Tampilkan postingan dengan label Perawi Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawi Hadits. Tampilkan semua postingan

Imam Tirmizi

Posted by admin On Jumat, 15 November 2013 0 komentar
Imam Tirmizi biasa juga disebut dengan Imam Turmuzi atau Tarmizi. Nama lengkapnya adalah Imam al-Hafiz Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmizi.  Nama Tirmizi merujuk kepada tempat kelahirannya, kota Tirmiz, sebagaimana halnya Imam Bukhari yang merujuk kepada tempat lahirnya di Bukhara. Imam Tirmizi lahir pada tahun 129 H.

Sejak kecil Imam Tirmizi sudah gemar mempelajari ilmu hadits. Untuk mencari hadits ia mengembara ke berbagai negeri seperti Irak, Hijaz, Khurasan, dan lain-lain. Ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar untuk mendengar hadits yang kemudian dihafal serta dicatat dengan baik. Ia belajar diantaranya kepada Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Daud, bahkan belajar pula hadits dari sebagian guru mereka. Guru-gurunya yang lain adalah Qutaibah bin Said, Ishaq bin Musa, Mahmud bin Gailan, Sa’id bin Abdurrahman, Muhammad bin Basysyar, Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni, Muhammad al-Musanna, dan lain-lain.

Imam Tirmizi selain dikenal sebagai ahli dan penghafal hadits, ia juga dikenal sebagai ahli ilmu fikih. Tetapi karyanya yang terkenal adalah buku kumpulan haditsnya yang dinamai Kitab Jami yang lebih dikenal dengan Sunan Tirmizi. Dalam kitabnya tersebut Imam Tirmizi tidak hanya meriayatkan hadits sahih, tetapi juga meriwayatkan hadits hasan dan dhaif. Dalam kitabnya ia tidak meriwayatkan, kecuali hadits-hadits yang dapat diamalkan atau dijadikan pegangan oleh ahli fikih.

Pada akhir kehidupannya Imam Tirmizi mengalami musibah hingga selama beberapa tahun mengalami kebutaan. Ia kemudian meninggal dunia pada 13 rajab tahun 279 H di Tirmiz dalam usia 70 tahun.

Beberapa karyanya:

1. Kitab al-Jami’, yang terkenal dengan sebutan Sunan at-Tirmizi
2. Kitab al-Ilal
3. Kitab at-Tarikh
4. Kitab asy-Syamail an-Nabawiyah
5. Kitab az-Zuhd
6. Kitab al-Asma wal Kuna

READ MORE

Abu Daud

Posted by admin On Senin, 14 Oktober 2013 0 komentar
Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin Amr al-Azdi as-Sijistani. Beliau adalah seorang perawi hadits yang lahir pada tahun 202 H atau 817 M di Sijistan. Karyanya yang terkenal adalah as-Sunan atau Sunan Abu Daud.

Imam Abu Daud sudah belajar hadits sejak kecil. Ia melakukan perjalanan ke berbagai negeri seperti  Hijaz, Syam, Mesir, Irak, serta negeri-negeri lain untuk belajar hadits dari ulama yang dijumpainya. Para ulama yang menjadi gurunya banyak jumlahnya, diantaranya adalah Ahmad bin Hanbal, al-Qanabi, Abu Amr ad-Darir, Muslim bin Ibrahim, Abdullah bin Raja, Abul, Walid at-Tayalisi, dan lain-lain.

Dari perlawatannya ke berbagai negeri ia memperoleh pengetahuan yang luas tentang hadits. Ia kemudian menyeleksi ratusan ribu hadits yang ia peroleh untuk dicantumkan dalam kitab haditsnya, as-Sunan. Kitab as-Sunan yang ia susun berisi sekitar 4800 buah hadits.

Tidak seperti Imam Bukhari dan Muslim yang hanya memuat hadits shahih dalam karyanya, Abu Daud tidak saja mencantumkan hadits sahih. Ia memasukkan pula hadits yang tidak terlalu sahih atau mendekati sahih. Sedangkan hadits-hadits yang lemah, ia jelaskan kelemahannya.  

Kitab as-Sunan mendapat pujian dari para ulama. Diantaranya adalah gurunya, Ahmad bin Hanbal, yang memujinya sebagai kitab yang sangat indah dan baik. Abu Daud berkali-kali mengunjungi Baghdad, dan dengan menggunakan kitab as-Sunan sebagai pegangan, ia mengajarkan hadits dan fiqh kepada penduduk.

Tidak hanya as-Sunan, Abu Daud pun menghasilkan banyak karya. Beberapa karya Abu Daud antara lain:

1. Kitab as-Sunan
2. Kitab al-Marasil
3. Kitab al-Qadar
4. An-Nasikh wal Mansukh
5. Fadailul Amal
6. Kitab az-Zuhd
7. Dalail an-Nubuwah
8. Ibtida al-Wahyu
9. Ahbar Khawarij

Abu Daud meninggal di Basrah, yang ia jadikan tempat tinggal atas permintaan gubernur setempat. Beliau wafat pada tanggal 16 Syawwal 275 H (889 M).


Dirangkum dari buku Kitab Hadits Sahih yang Enam karya Muhammad Muhammad Abu Syuhbah





READ MORE

Imam Muslim

Posted by admin On Minggu, 06 Oktober 2013 0 komentar
Imam Muslim merupakan perawi hadits paling terkemuka setelah Imam Bukhari, penyusun kitab Sahih Muslim dan berbagai kitab hadits lainnya.  Nama  lengkapnya adalah Imam Abul-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Lahir di Naisabur pada 206 H. 

Imam Muslim sudah belajar ilmu hadits sejak tahun 218 H. Untuk belajar hadits Ia pergi Hijaz,Irak, Syam, Mesir, dan berbagai negeri muslim lainnya. Di tiap daerah yang ia kunjungi ia berguru kepada para ulama seperti Yahya bin Yahya, Ishak bin Rahawaih, Muhammad bin Mahran, Abu Ansan, Ahmad bin Hanbal, Abdullah bin Maslamah, Said bin Mansur, Amr bin Sawad, dan Harmalah bin Yahya.ulama lain yang menjadi gurunya antara lain; Usman dan Abu Bakar (keduanya putra Abu Syaibah), Syaiban bin Farwakh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harb, Amr an-Naqid, Muhammad bin al-Musanna, Muhammad bin Yassar, Harun bin Said a-Ayli, Qutaibah bin Saad, dan lain-lain.

Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Imam Muslim sering datang kepadanya untuk berguru. Saat terjadi fitnah yang menimpa Imam Bukhari sehingga terjadi konflik antara Bukhari dengan az-Zihli, ia bergabung dengan Bukhari. Sehingga ia tidak memasukkan hadits-hadits yang diterimanya dari az-Zihli ke dalam kitab Sahihnya, meski dia merupakan gurunya. Tetapi hal yang sama ia lakukan juga terhadap Bukhari.

Karyanya yang berjudul al-Jami as-Sahih atau lebih dikenal dengan Sahih Muslim dianggap sebagai salah satu dari dua kitab hadits paling sahih. Imam Muslim menyusun kitab ini yang berisi 12 ribu hadits selama lima belas tahun dengan menyaring dari sekitar 300 ribu hadits. 

Imam Muslim wafat pada hari Senin, 25 Rajab 261 H dalam usia 55 tahun. Beliau dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur.

Karya-karya Imam Muslim:
1. Al-Jami as-Sahih (Sahih Muslim)
2. Al-Musnadul Kabir
3. Kitabul Asma wal Kuna
4. Kitab al-Ilal
5. Kitab al-Aqran
6. Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal
7. Kitab al-Muhadramin
8. Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
9. Kitabul Intifa bi Uhubis Siba
10. Kitab Auladis Sahabah
11. Kitab Awhamil Muhaddisin


Dirangkum dari buku Kitab Hadits Sahih yang Enam karya Muhammad Muhammad Abu Syuhbah

READ MORE

Imam Bukhari

Posted by admin On Jumat, 04 Oktober 2013 1 komentar
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mugirah bin Bardzibah, tetapi lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari. Beliau merupakan seorang perawi hadits paling utama hingga diberi gelar Amirul Mukminin fil Hadits atau pemimpin dalam bidang hadits.

Imam Bukhari lahir di Bukhara pada hari Jumat, 13 Syawal 194 H. Sejak kecil beliau hidup dalam lingkungan keluarga yang berilmu dan taat beragama. Ayahnya, yang wafat saat Bukhari masih kecil, adalah seorang ulama ahli hadits. Dengan banyak harta peninggalan ayahnya, yang sedikitpun tidak terdapat harta yang haram maupun syubhat, Imam Bukhari dirawat dan dididik oleh ibunya sehingga dapat tumbuh dengan baik.

Kecerdasan Imam Bukhari sudah terlihat sejak kecil. Ia dikenal memiliki daya hafalan yang sangat kuat. Saat berusia sepuluh tahun ia sudah banyak menghafal hadits. Ia banyak menemui para ulama untuk belajar hadits dan berdiskusi dengan mereka. Ketika berusia sebelas tahun ia sudah mampu menegur seorang guru ilmu hadits yang salah dalam menyampaikan urutan periwayatan hadits. Dalam usia 16 tahun ia sudah hafal kitab-kitab ulama ahli hadits seperti Ibnu Mubarok dan Waki.

Pada saat berusia sekitar 18 tahun, Imam Bukhari bersama ibu dan saudaranya berangkat ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Tetapi saat akan kembali ke Bukhara, Imam Bukhari memilih untuk menetap di Mekah untuk memuaskan dahaganya terhadap ilmu. 

Selain di Mekah, dan juga Madinah, Imam Bukhari pun sering kali melakukan perjalanan ke berbagai negeri Islam. Diceritakan bahwa ia pernah mengunjungi Syam, Mesir, Bashrah, dan tak terhitung berapa kali ia mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.

Ia menulis karyanya yang pertama dalam bidang ilmu hadits,yaitu Kitab Tarikh yang berisi biografi para tokoh, yang banyak dipuji dan membuatnya terkenal di berbagai negeri Islam. Karya lainnya yang terkenal sampai saat ini adalah al-Jami as-Sahih atau lebih dikenal dengan Shahih Bukhari, yang berisi kumpulan hadits-hadits shahih. Yang mendorong Imam Bukhari menyusun kitab al-Jami as-Shahih, adalah saat berada di hadapan gurunya, Ishaq bin Rahawaih. Beliau menerima saran untuk menyusun kitab yang hanya menghimpun hadits shahih saja.

Kitab al-Jami as-Shahih ia selesaikan dalam tempo enam belas tahun. Ia meneliti, menyaring, dan memilih hadits-hadits shahih diantara 600.000 hadits dengan ketat. Ia tidak memasukkan hadits ke dalam kitabnya kecuali setelah yakin betul bahwa hadits itu benar-benar shahih dan setelah ia melakukan shalat istikharah. Maka tidak heran jika kitab tersebut memiliki kedudukan tinggi dan mendapat predikat sebagai buku hadits Nabi yang paling shahih.

Pada tahun 250 H Imam Bukhari mengunjungi kota Naisabur, yang disambut gembira oleh para penduduk dan para ulama. Selama menetap disana ia mengajarkan hadits secara tetap. Tetapi di kota ini ia menerima cobaan; orang-orang yang dengki menuduhnya sebagai orang yang berpendapat bahwa Quran adalah makhluk. Akibatnya orang-orang pun mulai menjauhi majlisnya, kecuali Imam Muslim dan Ahmad bin Salamah.

Imam Bukhari merasa bahwa keluar dari negeri itu lebih baik baginya. Beliau kemudian pulang ke Bukhara, yang disambut gembira dan meriah oleh seluruh penduduk. Tetapi kegembiraan ini tidak berlangsung lama. Beliau kemudian memiliki masalah dengan penguasa Bukhara yang menyebabkan dia akhirnya diusir dari negeri itu. 

Imam Bukhari akhirnya pergi menuju Samarkand setelah penduduk Samarkand memintanya untuk menetap di negeri mereka. Dalam perjalanan ia singgah di Khartand, desa kecil sebelum Samarkand untuk mengunjungi familinya. Tetapi di desa itu ia jatuh sakit hingga meninggal dunia. Ia wafat pada malam Idul Fitri 256 H, bertepatan dengan 31 Agustus 870 M dalam usia 62 tahun kurang. 

Beberapa Karya Imam Bukhari:
1. Al-Jami as-Sahih 
2. Al-Adab al-Mufrad 
3. At-Tarikh as-Shagir
4. At-Tarikh al-Ausat
5. At-Tarikh al-Kabir
6. Al-Musnad al-Kabir 
7. At-Tafsir al-Kabir
8. Kitab al-Illal
9. Raful Yadain fis-Salah
10. Birril Walidain
11. Kitab al-Asyribah
12. Al-Qiroah Khalful Imam
13. Kitab ad-Duafa
14. Asami as-Shahabah
15. Kitab al-Kuna

READ MORE